Manik-Manik Prasejarah pada Arca Megalitik Tinggihari sebagai Media Edukasi Sejarah Lokal

Authors

  • Berlian Susetyo UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan https://orcid.org/0000-0001-6063-8776
  • Lagut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat
  • Krisnaldi Dwinanda Universitas PGRI Silampari
  • Muhammad Wahayuni Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya

Keywords:

manik-manik prasejarah, arca megalitik, Situs Tinggihari, sejarah lokal, media edukasi

Abstract

Penelitian ini membahas potensi manik-manik prasejarah pada arca megalitik di Situs Tinggihari, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan sebagai media edukasi sejarah lokal. Manik-manik pada arca tidak hanya merepresentasikan aspek sosial, religi, dan estetika masyarakat megalitik, tetapi juga menyimpan nilai edukatif yang relevan untuk pembelajaran sejarah dan ilmu pengetahuan sosial (IPS). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data primer berupa observasi lapangan, dokumentasi visual, serta wawancara dengan juru pelihara situs dan pengelola museum. Data sekunder diperoleh dari literatur arkeologi, laporan penelitian, serta dokumen kurikulum. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, dan analisis dokumen, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi tematik. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan expert judgment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan arca megalitik dengan ornamen manik-manik dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah lokal melalui pengembangan modul berbasis situs (field trip), penggunaan media visual berupa replika oleh museum, serta penyesuaian dengan capaian pembelajaran Sejarah dan IPS. Integrasi ini tidak hanya memperkuat pemahaman kognitif siswa terhadap sejarah, tetapi juga menumbuhkan apresiasi budaya, kesadaran identitas lokal, dan karakter kebangsaan. Dengan demikian, manik-manik prasejarah pada arca megalitik Tinggihari memiliki nilai strategis sebagai media edukasi yang kontekstual, inovatif, dan transformatif dalam pendidikan sejarah lokal.

References

Alauwiyah, F., Prima, F. J., Azizah, S., Waicang, Y., Susanti, R., & Yati, R. M. (2025). Analisis Corak Megalitik pada Tinggalan Arkeologi di Situs Tinggihari Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 10(1), 238–249. https://doi.org/10.24815/jimps.v10i1.30872

Bellina, B. (2014). Beads, social change and interaction between India and South-East Asia. Antiquity, 88(340), 290–303.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative research for education: An introduction to theories and methods (5th ed.). Pearson Education.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE Publications.

Hambali, H. (1998). Tinggalan Megalit Sumatera Selatan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Hasan, S. H. (2012). Pendidikan Sejarah untuk Memperkuat Pendidikan Karakter. Paramita, 22(1), 81–95.

Hoop, V. D. (1932). Megalithic Remains in South Sumatra. Thieme & Cie.

Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka: Capaian Pembelajaran. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (2nd ed.). SAGE Publications.

Lathief, H. (2000). Megalitik Bumi Pasemah; Peranan serta Fungsinya. Departemen Pendidikan Nasional.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Nastiti, T. S. (2017). Perdagangan Manik-Manik di Nusantara. Puslit Arkenas.

Simanjuntak, T. (2012). Pra-Sejarah Indonesia: Kajian Awal. Gramedia.

Soegondho, S. (1995). Manik-Manik di Indonesia: Fungsi dan Peranannya. Puslit Arkenas.

Spradley, J. P. (2007). Metode etnografi. Tiara Wacana.

Sukendar, H. (1985). Tradisi Megalitik di Sumatera Selatan. Puslit Arkenas.

Susetyo, B., Wahayuni, M., Hanika, S. A., & Natarsyah, M. (2025). Peran Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya dalam Langkah Pelestarian Sejarah dan Budaya Lokal Lubuk Linggau. Periode: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 7(1), 1–23.

Susilo, A., Riyanto, N. P., Subali, R. G. A., & Ningrum, F. D. W. (2022). Pendampingan Optimalisasi Aplikasi Website Manajemen Koleksi Museum Subkoss Garuda Sriwijaya. 3(4).

Wahyu, A. (2019). Megalit di Lahat: Jejak Budaya Masa Lalu. Jurnal Arkeologi Sumatera Selatan, 10(2), 145–160.

Widianto, H. (2018). Warisan Budaya dan Pendidikan Publik. Balai Arkeologi.

Wiyana, B. (1996). Manik-Manik Prasejarah: Studi Kasus Manik-Manik pada Arca di Pasemah. Jurnal Arkeologi Siddhayatra, 2(1), 20–26.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Berlian Susetyo, Lagut, Krisnaldi Dwinanda, & Muhammad Wahayuni. (2025). Manik-Manik Prasejarah pada Arca Megalitik Tinggihari sebagai Media Edukasi Sejarah Lokal. Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara, 1(1), 10–27. Retrieved from https://www.kajang.jurnal.susiloacademicpress.co.id/kajang/article/view/2