Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Atas
Keywords:
Pendidikan Karakter, Kurikulum Merdeka, SMAAbstract
Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum Merdeka di tingkat Sekolah Menengah Atas menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan profil Pelajar Pancasila yang berkarakter, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk implementasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran, peran guru sebagai fasilitator, serta faktor pendukung dan penghambat yang muncul selama penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi perangkat ajar. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik pendidikan karakter di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka dilakukan melalui pembelajaran berdiferensiasi, projek penguatan profil Pelajar Pancasila (P5), serta penumbuhan budaya positif di lingkungan sekolah. Guru berperan penting sebagai perancang pembelajaran yang memberikan ruang bagi kreativitas, kemandirian, dan kolaborasi siswa. Implementasi nilai karakter seperti gotong royong, integritas, kemandirian, dan bernalar kritis tampak dalam aktivitas projek, diskusi kelas, serta kegiatan ekstrakurikuler yang selaras dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Meskipun demikian, beberapa hambatan masih ditemukan, terutama keterbatasan pemahaman guru tentang perencanaan pembelajaran berdiferensiasi, variasi kesiapan sekolah dalam menyediakan sarana pendukung, dan heterogenitas kemampuan siswa yang memerlukan pendekatan yang lebih adaptif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan pribadi dan sosial siswa apabila didukung oleh kompetensi guru, lingkungan belajar yang kondusif, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan sekolah dan peningkatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter secara berkelanjutan.
References
Agus Susilo, Khoirul Anwar, L. A. S. (2024). Peran Pembelajaran Sejarah dalam Membangun Karakter Bangsa Menuju Kemajuan dan Persatuan. Journal of Education and Instruction (JOEAI), 7(2), 547–560. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/joeai.v7i2.12832
Arikunto, S. (2017). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Budiarto, M. K., Asrowi, Gunarhadi, & Rahman, A. (2025). A New era of education: exploring teachers’ perspectives on the utilization of ICT-Based learning resources in schools. Journal of Teaching and Learning, 19(2), 24–40. https://doi.org/10.22329/jtl.v19i2.8771
Bungawati, B. (2022). Peluang dan tantangan kurikulum merdeka belajar menuju era society 5.0. Jurnal Pendidikan, 31(3), 381. https://doi.org/10.32585/jp.v31i3.2847
Calvani, A., Marzano, A., Montesano, L., Pellegrini, M., Rizzo, A. L., Traversetti, M., & Vivanet, G. (2023). Improving Reading Comprehension and Summarising Skills in Primary School: A Quasi-Experimental Study. Journal of Educational, Cultural and Psychological Studies, 2023(28), 81–100. https://doi.org/10.7358/ecps-2023-028-calv
Dahlan, M. (2022). Membangun Budaya Literasi Siswa Melalui Gerakan Satu Anak Satu Aksi (GASAK) Dengan Pendekatan Inspiratif. Journal Educandum, 263–274.
Gumilar, G., Rosid, D. P. S., Sumardjoko, B., & Ghufron, A. (2023). Urgensi penggantian kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka. Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 5(2), 148–155. https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikandasar.v5i2.4528
Hardani, H., Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., Fardani, R. A., Sukmana, D. J., & Auliya, N. H. (2020). Buku metode penelitian kualitatif & kuantitatif. CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta. https://www.researchgate.net/publication/340021548
Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Lickona, T. (1991). Educating for character, mendidik untuk membentuk karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Mahendra, Y., Rohmani, R., & Apriza, B. (2025). Peningkatan kompetensi guru dalam pembuatan media pembelajaran digital berbasis humanis untuk menumbuhkan minat membaca siswa. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 135–148. https://doi.org/10.53299/bajpm.v5i1.1366
Mhlongo, T., & Sedumedi, T. D. (2023). Evaluation of the periodic table as a teaching tool and content for conceptual change in chemical processes. Journal of Science and Education (JSE), 4(1), 14–31. https://doi.org/10.56003/jse.v4i1.267
Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif. CV. Harfa Creative.
Ningsih, D. R., Ahyani, N., & Putra, M. J. (2024). Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam meningkatkan strategi pembelajaran dan penguatan pendidikan karakter di SMA Negeri 2 Kikim Tengah. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 4(3), 1156–1167. https://doi.org/https://doi.org/10.37481/jmh.v4i3.1060
Nugraha, T. S. (2022). Kurikulum Merdeka untuk pemulihan krisis pembelajaran. Inovasi Kurikulum, 19(2), 251–262. https://doi.org/10.17509/jik.v19i2.45301
Pasaribu, M. M., Sormin, D., & Lubis, J. N. (2025). Efforts to increase students’ learning motivation through audio-visual media. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 6(3), 601–618. https://doi.org/10.31538/tijie.v6i3.1748
Rivki, M., Bachtiar, A. M., Informatika, T., Teknik, F., & Indonesia, U. K. (2021). Metode penelitian kualitatif (Issue 112). CV. syakir Media Press.
Saputra, W., & Muqowim, M. (2024). Implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran SKI: Studi kasus pada madrasah aliyah di kota pekanbaru. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4), 4048–4056. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i4.7143
Satinem, Agus S, Rani OF, Rifqi GAS, S. S. (2025). Literasi digital dan implementasi kurikulum merdeka di PAUD. PT. Pena Persada Kerta Utama.
Tomlinson, C. A. (2017). How to differentiate instruction in academically diverse classrooms (third edit). ASCD.
Yanti, Y., Juliansyah, M. E., Hijriah, U., Irfani, B., Islam, U., Raden, N., & Lampung, I. (2024). Peranan guru dalam mewujudkan pendidikan karakter era kurikulum merdeka. Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam, 5(2), 513–524. https://doi.org/https://doi.org/10.54150/thawalib.v5i2.497
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agus Susilo, Sariyatun, Muhammad Akhyar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


